Artikel

Tumbuh Bersama Anak-Anak Vietnam, Mahasiswa AIESEC in UPNVJ Belajar Arti Dampak dan Kepemimpinan

Gavra Rajendra 19 Oktober 2026 Diperbarui: 19 Oktober 2026 6 menit baca
Tumbuh Bersama Anak-Anak Vietnam, Mahasiswa AIESEC in UPNVJ Belajar Arti Dampak dan Kepemimpinan
Ringkasan:

AIESEC in UPNVJ mengirimkan mahasiswanya sebagai relawan pendidikan dalam program Global Volunteer di Vietnam, mendukung SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui proyek Global Classroom yang meningkatkan literasi dan kemampuan bahasa Inggris masyarakat setempat.

Jakarta, 19 Oktober 2026

 

Tumbuh Bersama Anak-Anak Vietnam, Mahasiswa AIESEC in UPNVJ Belajar Arti Dampak dan Kepemimpinan

 

Hanoi, 20 Agustus 2026 - Bertumbuh tidak selalu berarti mendapatkan pengalaman baru untuk diri sendiri. Terkadang, proses tersebut justru dimulai ketika seseorang memilih untuk hadir dan membantu orang lain berkembang. Pengalaman inilah yang dijalani mahasiswa AIESEC in UPN Veteran Jakarta (UPNVJ) melalui program Global Volunteer di Vietnam. Dalam proyek Global Classroom di Hanoi, para relawan terlibat dalam kegiatan pendidikan bagi anak-anak setempat sekaligus belajar membangun kepemimpinan, kemandirian, dan kepedulian terhadap lingkungan global.

Program Global Classroom menjadi salah satu bentuk kontribusi AIESEC in UPNVJ dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan keempat, yaitu Pendidikan Berkualitas. Melalui kegiatan belajar yang inklusif dan interaktif, proyek ini berupaya menghadirkan pengalaman pendidikan yang lebih menarik bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Para relawan tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membantu siswa mengembangkan kemampuan literasi, numerasi, dan bahasa Inggris melalui kegiatan seperti Book Club dan GlobeLingo.

Kegiatan tersebut turut mendukung target SDG 4.6 yang berfokus pada peningkatan kemampuan literasi dan numerasi, serta selaras dengan SDG 4.7 yang menekankan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan dan pemahaman lintas budaya. Melalui kegiatan ini, pendidikan menjadi ruang untuk saling belajar, mengenal perspektif baru, dan membangun hubungan yang melampaui perbedaan negara.

Belajar Memahami, Bukan Hanya Mengajarkan

Menjadi relawan pendidikan di negara lain menghadirkan pengalaman yang tidak selalu mudah. Para peserta harus menyesuaikan metode pengajaran dengan kebutuhan siswa yang memiliki rentang usia dan kemampuan bahasa berbeda. Ketika penjelasan dalam bahasa Inggris belum sepenuhnya dipahami, mereka perlu mencari pendekatan lain agar pembelajaran tetap berjalan dengan baik.

Penggunaan gambar, gestur, ekspresi, dan bahasa tubuh menjadi bagian dari proses komunikasi sehari-hari. Situasi ini mengajarkan bahwa setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan tidak bisa selalu sama. Para relawan perlu lebih peka, sabar, dan terbuka terhadap berbagai kemungkinan.

Melalui Book Club, relawan mendampingi siswa membaca bersama dan mendorong mereka untuk lebih berani berbicara dalam bahasa Inggris. Proses tersebut bukan hanya tentang meningkatkan kemampuan bahasa, tetapi juga membangun kepercayaan diri anak-anak untuk mencoba hal baru tanpa takut melakukan kesalahan.

Pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar. Mendampingi seorang anak membaca, membantu mereka memahami materi, atau memberikan ruang untuk berani berbicara dapat menjadi langkah sederhana yang bermakna. Dari interaksi tersebut, para relawan belajar bahwa dampak sosial berawal dari kesediaan untuk memahami kebutuhan orang lain dan mengambil tindakan nyata.

Keluar dari Zona Nyaman untuk Mengenal Diri Sendiri

Di balik kegiatan pendidikan, program Global Volunteer juga menjadi perjalanan pengembangan diri bagi para peserta. Selama tiga bulan di Vietnam, mereka menghadapi berbagai tantangan yang menuntut kemandirian, mulai dari mengatur keuangan pribadi dan kebutuhan sehari-hari hingga menggunakan transportasi umum serta mengatasi rasa rindu terhadap keluarga.

Berada jauh dari lingkungan yang familiar membuat para relawan perlu mengambil keputusan secara mandiri dan bertanggung jawab atas pilihan mereka. Mereka juga belajar menghadapi situasi yang tidak selalu sesuai dengan rencana, mengelola stres, serta mencari solusi ketika menemukan kesulitan.

Salah satu peserta Global Volunteer mengungkapkan bahwa pengalaman tersebut memberinya perspektif baru mengenai pendidikan dan kemampuan dirinya sendiri.

"Saya melihat langsung bagaimana sistem pendidikan di Vietnam berkembang dan belajar dari praktik yang diterapkan di sana. Namun, yang paling saya dapatkan dari program ini sebenarnya adalah perubahan dalam diri saya sendiri, bagaimana saya menjadi lebih berani mengambil risiko dan lebih percaya diri dalam menghadapi situasi baru," ungkapnya.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa pertumbuhan tidak selalu berlangsung melalui proses yang nyaman. Justru ketika menghadapi tantangan, seseorang memiliki kesempatan untuk mengenali kekuatan dan keterbatasan dirinya. Para relawan belajar bahwa keberanian bukan berarti tidak memiliki rasa takut, melainkan tetap bersedia mencoba, beradaptasi, dan mengambil tanggung jawab meskipun berada dalam situasi yang belum familiar.

Perbedaan yang Mempertemukan Banyak Perspektif

Selain memberikan kontribusi melalui pendidikan, Global Volunteer menjadi kesempatan bagi para peserta untuk membangun hubungan dengan orang-orang dari latar belakang yang beragam. Interaksi dengan sesama relawan internasional, guru, staf sekolah, dan masyarakat setempat memperluas pemahaman mereka mengenai budaya dan kebiasaan yang berbeda.

Pengalaman lintas budaya tersebut mengajarkan pentingnya komunikasi, empati, dan keterbukaan. Perbedaan bahasa maupun kebiasaan tidak selalu menjadi penghalang. Dengan kemauan untuk memahami satu sama lain, perbedaan justru dapat menjadi kesempatan untuk bertukar pengetahuan dan membangun hubungan yang bermakna.

Para relawan juga memperkenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat Vietnam melalui penampilan tarian tradisional dan pembagian makanan khas Indonesia yang mendapat sambutan hangat. Kegiatan ini menjadi bagian dari pertukaran budaya yang mempererat hubungan antara masyarakat kedua negara sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di lingkungan internasional.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa menjadi bagian dari komunitas global bukan hanya tentang mengenal dunia yang lebih luas, tetapi juga tentang memahami bagaimana seseorang dapat berkontribusi di dalamnya. Para relawan membawa identitas dan budaya asal mereka, sambil belajar menghargai perspektif baru yang ditemui selama program berlangsung.

Dampak yang Dimulai dari Langkah Sederhana

Melalui Global Volunteer di Vietnam, AIESEC in UPNVJ menunjukkan bahwa pengembangan kepemimpinan pemuda dapat berjalan beriringan dengan kontribusi sosial. Proyek Global Classroom memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengambil peran dalam pendidikan, sekaligus membangun kemampuan yang berguna untuk menghadapi tantangan di masa depan.

Dampak program ini tidak hanya berkaitan dengan kegiatan belajar yang diberikan kepada siswa. Pengalaman tersebut juga membentuk cara para relawan memandang tanggung jawab, keberagaman, dan potensi diri. Mereka belajar bahwa kepemimpinan tidak hanya diukur dari posisi yang dimiliki, tetapi juga dari inisiatif untuk membantu, kemampuan beradaptasi, dan kesediaan untuk terus belajar.

Pada akhirnya, bertumbuh bersama berarti menyadari bahwa proses belajar tidak berlangsung satu arah. Para relawan datang untuk berkontribusi, tetapi mereka juga pulang dengan pemahaman baru tentang diri sendiri dan dunia di sekitarnya. Dari ruang kelas di Hanoi, mereka menemukan bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah sederhana, selama dilakukan dengan kepedulian, komitmen, dan keinginan untuk memberikan dampak positif.

 

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Tentang Kami

AIESEC adalah organisasi kepemudaan internasional yang bersifat independen, non-politik, dan non-profit, yang dikelola sepenuhnya oleh anak muda. Didirikan pada tahun 1948, AIESEC kini hadir di lebih dari 100 negara dan wilayah, dengan fokus utama pada pengembangan kepemimpinan pemuda melalui pengalaman lintas budaya, proyek sosial, dan program pengembangan diri. AIESEC berlandaskan pada nilai-nilai kepemimpinan, keberagaman, integritas, dan keberlanjutan, serta berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Informasi Kontak

Untuk informasi maupun kerjasama lebih lanjut mengenai AIESEC in UPNVJ silahkan hubungi bagian Public Relations AIESEC in UPNVJ, melalui kontak berikut ini:

Gavra Rajendra

Public Relations Manager

Telepon : +62 83198002290

Email : gavrarajendra@aiesec.net

 

 

Kategori: Artikel
Penulis: Gavra Rajendra
Artikel ini terakhir diperbarui pada 19 Oktober 2026

Artikel Lainnya

Temukan lebih banyak artikel menarik

Bukan Sekadar Bertukar Budaya, Happy Bus Jadi Perjalanan Belajar dan Berkembang Bersama
Artikel
Bukan Sekadar Bertukar Budaya, Happy Bus Jadi Perjalanan Belajar dan Berkembang Bersama

AIESEC in UPNVJ sukses gelar Welcoming Party untuk menyambut lima relawan mancanegara, sekaligus men...

14 September 2026 Baca
Artikel Terbaru tentang Pertumbuhan Bisnis
Artikel
Artikel Terbaru tentang Pertumbuhan Bisnis

Pelajari strategi terbaru untuk mengembangkan bisnis Anda...

08 Agustus 2025 Baca
Artikel Terbaru tentang Pertumbuhan Bisnis
Artikel
Artikel Terbaru tentang Pertumbuhan Bisnis

Pelajari strategi terbaru untuk mengembangkan bisnis Anda...

08 Agustus 2025 Baca